
Luka itu tak pernah sembuh. Sudah 5 tahun Azrina (11) hidup dengan kulit yang gatal, penuh koreng, dan terus memburuk — akibat Eczema Herpeticum yang tak kunjung tertangani. Yang paling menyakitkan: sebenarnya ini bisa diobati.
**

Sudah 5 tahun Azrina (11) hidup dalam gatal yang tak pernah berhenti.
Berawal dari rasa gatal yang ia garuk terus-menerus — hingga luka dan koreng kini hampir menutupi sekujur tubuhnya. Dokter menyebut ini Eczema Herpeticum. Penyakit kulit serius yang, tanpa pengobatan rutin, makin parah dari hari ke hari.

Yang bikin hati makin berat: Azrina bukan anak yang kurang kasih sayang. Hanya saja, ayahnya bekerja di luar pulau dan ibunya menjadi TKI di luar negeri. Sejak usia 8 bulan, ia dibesarkan oleh Nek Oom (68) dan Abah Nanang — kakek neneknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Penghasilan mereka pas-pasan. Nek Oom bahkan harus rangkap jadi buruh cuci-setrika, upah 30 ribu sehari, demi menghidupi cucu yang ia sayangi. Pengobatan Azrina pernah dimulai — lalu terhenti. Bukan karena tak mau, tapi karena biaya dan jarak yang tak terjangkau.
Kini Azrina hampir masuk SMP. Ia jarang keluar rumah karena malu dengan kondisi kulitnya. Padahal dalam hati ia cuma punya satu harapan sederhana: bisa bermain bebas seperti teman-temannya. Sembuh.Nek Oom masih berjuang. Tapi ia butuh bantuan kita.

#OrangBaik, maukah kamu jadi bagian dari kesembuhan Azrina? Klik "Donasi Sekarang" untuk bantu pengobatan dik Rina.
Terima kasih #OrangBaik!
![]()
Menanti doa-doa orang baik