ImageAnus Tak Normal, Perut Fadli Dilubangi Untuk BAB...
Image

Anus Tak Normal, Perut Fadli Dilubangi Untuk BAB

Rp 270.000 terkumpul dari Rp 81.655.000
12 Donasi 5 bulan, 3 hari lagi

Penggalang Dana

Image

Belasan tahun Fadli buang air besar melalui plastik yang terhubung dengan lubang di perut. Biaya besar masih jadi penghalang tuk sembuh.

Kelahiran Fadli (17) membawa senyum sekaligus tangis. Orangtuanya bahagia, melihat bayi mungil menggemaskan. Sayangnya, kondisi Fadli berbeda dari bayi normal lain.

Anusnya terlalu rapat, sehingga tidak berfungsi semestinya. Supaya fases (kotoran) bisa keluar, perut Fadli harus dilubangi melalui prosedur bedah kolostomi.

Feses tersebut ditampung pada plastik yang direkatkan di area sekitar lubang perut. Kondisi ini membuat Fadli tak bisa beraktivitas secara normal.

Bahkan, dia terpaksa mengikuti paket C, tidak masuk ke sekolah umum. Saat terlalu lelah pun Fadli bakal terserang demam dan perutnya sakit bukan main.

Beruntung, Fadli memiliki Ibu yang setia merawatnya. Dengan sabar, setiap harinya Ibu Inah mengganti plastik penampung feses. 

Harusnya, Fadli menggunakan plastik khusus. Tapi karena harganya kurang bersahabat,  Ibu Inah menggunakan plastik lain yang direkatkan pakai double tip. 

Dalam kurun waktu satu bulan, Fadli bisa menghabiskan biaya 1 juta rupiah untuk plastik, double tape , dan tisue. Belum lagi biaya-biaya lain yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan.

Misalnya saja ketika Fadli melakukan operasi di rumah sakit besar, di luar kota tempat tinggalnya yaitu Kuningan, Jawa Barat. Setiap kali operasi, orang tua Fadli harus ikut mendampingi dan tinggal di luar kota selama berbulan-bulan.

Tentunya, pengeluaran menjadi bengkak. Sampai pernah orang tua Fadli menjual aset berharga.  

Sejauh ini, Fadli sudah melakukan 5 kali tindakan operasi karena mengalami pembengkakan dan perlengketan usus. Artinya, entah sudah berapa rupiah yang dihabiskan Ibu Inah dan ayah Fadli yakni Pak Mulia setiap kali menemani sang buah hati berobat.

Padahal, mereka juga bukan keluarga berada. Ibu Inan hanya buruh setrika dengan upah Rp 25.000 - 30.000. Sementara Pak Mulia berjualan kue pukis di luar kota dan hanya pulang 6 bulan sekali.

Bagaimanapun beratnya perjuangan membawa Fadli sembuh, mereka tak pernah mundur. Tapi kini... keuangan semakin menipis.

Sebentar lagi, Fadli harus kembali dioperasi demi keadaannya membaik. Itu artinya, Ibu Inah dan Pak Mulia butuh dana besar.

Apalagi yang harus mereka jual?...

**

Sahabat, sejak lahir Fadli sudah menderita. Sampai sekarang pun belum duka belum juga surut. Barangkali ada rezeki yang bisa dibagi, bolehkah Fadli merasakannya? Yuk sisihkan sedikit rupiah melalui cara :

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI/Mandiri/BCA/BRI/BNI Syariah/Kartu Kredit)

4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya

Semoga Tuhan membalas ketulusan #OrangBaik .Amin.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 20 2026

    Campaign is published

Orang Baik1 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 20.000
Karni Eti1 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.000
Orang Baik2 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
someone2 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.000
anonim anonim3 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.000

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close