
“Saya takut kalau saya nggak bisa nemenin dan ngerawat anak saya lagi Mas. Saya takut kalau harus ninggalin mereka selama-lamanya…”, lirih Ibu Mira.

Sejak lahir, sebuah benjolan kecil yang berada di bawah tulang ekornya terus menghantui hidup Ibu Mira (36). Benjolan yang tak segera diobati itu kini tumbuh menjadi luka yang menyiksa.
Puncaknya selama dua tahun terakhir ini, benjolan itu bukan sekadar tumbuh, namun sudah pecah hingga mengeluarkan cairan bercampur darah yang berbau tak sedap! Namun karena keterbatasan ekonomi, ia tidak mampu membeli popok medis yang layak.
“24 jam keluar terus cairan, ga bisa beli pampers. Buat makan aja susah, apalagi buat beli pampers ini… ” lirihnya.
Bu Mira memiliki suami, Pak Mulyana. Namun sama saja, kondisinya juga sedang sakit bahkan sampai harus diisolasi di belakang rumah karena menderita penyakit paru-paru yang menular.
Sejak itulah, Ibu Mira menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Dengan tubuh yang terus sakit dan berjuang melawan luka yang tak kunjung sembuh, ia hanya bisa bekerja sebagai marbot masjid dekat rumah.
Bayangkan betapa tersiksanya Bu Mira, harus bekerja setiap hari sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Setiap langkah pekerjaan itu terasa jauh lebih berat karena tubuhmu berjuang yang tak terlihat.

Selama beberapa kali berobat ke rumah sakit yang jauh dari rumah mereka, Ibu Mira pernah tidur di masjid atau rumah singgah karena tidak punya tempat tinggal sementara.
Ia bercerita dengan suara lirih bahwa di rumah singgah ia pernah diminta keluar karena aroma sakitnya mengganggu pasien lain. Itu bukan sekadar sakit fisik, namun juga luka batin yang sangat membekas.
Ibu Mira tidak meminta banyak, ia hanya meminta agar segera diberi kesembuhan dan keselamatan. Ia ingin bisa merawat, membesarkan, dan bermain bersama anak-anaknya tanpa rasa malu dan sakit.
***
#OrangBaik, hari ini kita bisa menjadi bagian dari harapan atas doa dan perjuangan Ibu Mira. Bantuan dari kalian bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan, untuk menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Mira.
Yuk kita bantu ringankan beban yang ada di pundak Ibu Mira. Kita temani perjuangannya agar bisa segera berobat dan sembuh, dengan cara:
Terima kasih, #OrangBaik!
![]()
Menanti doa-doa orang baik