
Kondisi Bu Nyai makin parah bukan main. Telat ditangani, hingga akhirnya payudara membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Penyesalan datang belakangan. Bu Nyai kini cuma bisa menangis dan merintih kesakitan. Malignant neoplasm of breast atau kanker payudara sudah menggerogoti bagian dadanya hingga penuh luka.
Semua berawal ketika muncul benjolan kecil di area payudara yang disertai luka. Semakin lama, luka kian mendalam dan bernanah. Bau tak sedap pun muncul. Ya. payudara Bu Nyai telah membusuk.
Sebelah payudara sudah habis digerogoti oleh kanker dan bahkan terus menerus mengeluarkan darah. Seandainya saja Bu Nyai menyadari bahwa benjolan dan luka itu bukan hal biasa.... tapi semua sudah terlambat.

Setiap hati, Bu Nyai cuma meratapi nasibnya. Dia tidak lagi bisa beraktivitas normal seperti biasa. Tak ada suami maupun anak yang bisa menjadi sandaran, karena dia memang tidak pernah menikah.
Hanya adik tercinta, Pak Mulyadi yang masih setia membantu merawat sang kakak. Setiap hari, luka Bu Nyai harus dibersihkan karena terus mengeluarkan darah. Seharusnya dia menggunakan kain kasa agar higienis.
Uang jadi kendala,akhirnya lap biasa dan air menjadi pilihan. Berat sekali rasanya jalan untuk sembuh. Keluarga Bu Nyai bukanlah kalangan berada. Demi menghidupi biaya sehari-hari, Pak Mulyadi banting tulang mencari nafkah.
Dari mulai menjadi tukang parkir, dan kini beralih berdagang cilok dari pagi hingga malam hari. Sudah Lelah kesana-kemari mengais rezek, hasilnya cuma buat makan saja.
Hati Pak Mulyadi sebenarnya remuk, tapi dia harus tegar. Setiap pagi sebelum berjualan, dia menyelipkan sebuah harapan besar dapat membawa pulang rupiah yang nantinya bisa dikumpulkan guna pengobatan Bu Nyai.
Agar bisa sembuh, Bu Nyai harus segera dioperasi dan melakukan terapi sesuai anjuran dokter. Meski punya jaminan Kesehatan, tapi biaya penunjang Kesehatan dan operasional juga cukup membengkak.
"Saya terima dengan kesabaran, bukan nggak mau berobat tetapi kendalanya orang ga punya biaya. Kenyataan udah gini, sudah pasrah," ujar Bu Nyai
Sekarang, keadaan Bu Nyai semakin lemas. Napasnya ikut sesak, dan tangannya susah digerakkan karena bengkak. Alhasil, tidur untuk melupakan sejenak rasa sakitnya pun sulit.
Siapapun tolong Bu Nyai... penyakit ini benar-benar mengancam nyawanya. Mari, ulurkan bantuanmu meski hanya Rp 1.000 untuk mendukung Bu Nyai berjuang melawan kanker payudara.
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI/Mandiri/BCA/BRI/BNI Syariah/Kartu Kredit)
4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya
![]()
Menanti doa-doa orang baik