
Jual motor, satu-satunya harta yang dimiliki, demi berobat.
Itulah yang dilakukan Pak Anto demi istrinya, Ibu Roroh, yang tengah berjuang melawan penyakit berat.
“Saya sering merasa iri kepada orang lain. Kenapa harus saya yang mengalami ini? Tapi di sisi lain, untungnya bukan keluarga saya. Tidak apa-apa, biarlah saya saja,” lirih Ibu Roroh.
Ibu Roroh (35) tinggal di Kab. Kuningan dan saat ini tengah berjuang melawan penyakit berat. Sudah satu tahun ia didiagnosis diseases of tongue, dan kondisinya kini semakin memburuk. Semua berawal dari sariawan di bagian lidah yang tak kunjung sembuh selama berbulan-bulan, kemudian berubah menjadi luka hingga menyebabkan lidahnya terbelah.
Saat ini, Ibu Roroh tidak bisa melakukan banyak aktivitas karena sering merasa lelah. Berat badannya pun turun drastis, dari 72 kg menjadi 35 kg. Di sekitar lehernya terdapat benjolan dan rasa sakit akibat penyakit tersebut sering kali membuatnya menangis. Ia juga kesulitan makan, sehingga hanya bisa mengonsumsi susu, jus, atau air putih. Saat berbicara pun, ucapannya kurang jelas dan sulit dimengerti.

Kondisi Ibu Roroh yang kian hari semakin melemah membuatnya harus dibantu oleh anak-anak dan suaminya yang dengan sabar merawatnya. Saat divonis mengidap penyakit berat ini, Ibu Roroh sangat terpukul. “Hancur hati ini, sedih rasanya seperti tidak ada harapan lagi. Tapi saat melihat anak saya dan pengorbanan suami, saya harus sembuh,” ucapnya.

Suaminya, Pak Anto, bekerja sebagai buruh di bengkel las milik orang lain. Dahulu, penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sejak istrinya sakit, pendapatannya menurun drastis menjadi sekitar 500–700 ribu rupiah per bulan, karena ia sering absen bekerja untuk mengantar istrinya berobat ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh demi menjalani terapi sinar dan kemoterapi. Hal ini membuat Pak Anto kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan istrinya.

Meski memiliki jaminan kesehatan, masih banyak kebutuhan lain yang tidak tercover, seperti biaya operasional. Bahkan saat ini, Pak Anto sudah menjual motornya—satu-satunya harta yang mereka miliki—dan harus meminjam uang kepada orang lain demi pengobatan istrinya. Untuk pergi ke rumah sakit, ia kini harus menyewa motor milik orang lain.
Harapan terbesar Ibu Roroh saat ini adalah sembuh dari penyakitnya. Ia ingin kembali seperti sediakala, bisa merawat suami dan anak-anaknya yang masih kecil.
OrangBaik, maukah kamu membantu perjuangan Ibu Roroh untuk sembuh?

![]()
Menanti doa-doa orang baik