
“Dari USG aja udah kelihatan, di kepalanya ada cairan. Pas lahir, dokter bilang Shakir harus siap operasi… saya cuma bisa pasrah,” tutur Pak Yaya, ayah Shakir, dengan mata berkaca-kaca.

Belum genap berusia 2 bulan, Shakir Afnan harus menjalani operasi besar pertamanya. Kepala mungilnya dibedah untuk memasang selang penyalur cairan otak. Namun itu baru awal — dokter bilang operasi seperti ini harus terus diulang seiring pertumbuhannya.
Kini di usia 1 tahun, kepala Shakir kian membesar, urat-urat mulai tampak di pelipisnya. Ia sering muntah hebat, tubuhnya lemah, dan hanya bisa berbaring menatap langit-langit kamar. Sementara anak-anak lain seusianya sudah bisa duduk dan tertawa, Shakir masih berjuang menahan nyeri di setiap tarikan nafasnya.
Pak Yaya hanya bisa menggenggam tangan anaknya setiap malam sambil berdoa. Di siang hari, ia bekerja apa pun yang bisa — kadang jadi operator traktor di sawah, kadang angkat kayu di kebun, kadang rawat kambing milik tetangga. Pendapatannya tidak menentu, kadang hanya cukup untuk makan. Untuk biaya kontrol dan obat Shakir, ia terpaksa meminjam uang dan membayarnya dengan tenaga. Namun cobaan tak berhenti di situ…

Beberapa waktu lalu, saat kontrol ke rumah sakit, dokter menemukan penyakit lain di bagian pinggang Shakir.Sejak saat itu, tangis Shakir makin sering terdengar — tanda sakitnya makin berat.
Pak Yaya dan Bu Santi hanya bisa berharap keajaiban. Mereka tak ingin menyerah, meski dunia seolah menutup jalan. “Saya cuma ingin lihat dia duduk, ketawa kayak anak lain… itu aja sudah cukup buat kami.”
Tapi harapan itu butuh bantuanmu. Biaya pengobatan Shakir sudah tak mampu lagi mereka tanggung seorang diri. Setiap donasi darimu bisa jadi harapan baru agar bayi kecil ini bertahan.
#OrangBaik, bantu perjuangan Shakir untuk sembuh dari hidrosefalus. Caranya mudah:
Terima kasih, #OrangBaik!
![]()
Menanti doa-doa orang baik